Webinar Soft Launching Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Oleh KPU RI
Tigaraksa, (www.kab-tangerang.kpu.go.id) - Demi mewujudkan pemilihan yang cerdas, rasional, mandiri dan bertanggung jawab dalam setiap pemilihan umum, KPU RI menyelenggarakan webinar soft launching Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang disiarkan melalui kanal youtube KPU RI pada Jumat (20/8/2021).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh KPU Provinsi/Kabupaten/Kota se Indonesia. Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Imron Mahrus selaku Koordinator Divisi Sosdiklih, Partisipasi Masyarakat dan SDM dan staff pelaksana KPU Kabupaten Tangerang.
Ilham Saputra selaku Ketua KPU RI membuka acara tersebut dengan memberikan sambutan, “Pemilihan yang dilaksanakan di masa pandemi ini menimbulkan banyak kekhawatiran terutama partisipasi masyarakat. Seperti khawatir akan adanya kerumunan di setiap TPS” Ujar Ilham.
Dilanjutkan dengan pemaparan dari beberapa materi salah satunya yaitu I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi selaku Ketua Divisi Sosdiklih, dan Parmas KPU RI tentang arah kebijakan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, “Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan prinsipnya sebagai sarana pendidikan pemilih bagi masyarakat yang dimaksudkan secara berkesinambungan. Dalam rangka penyelenggaraan program ini, pada prinsip nya disesuaikan dengan tugas dan kewajiban lembaga” tuturnya.
Kemudian materi dilanjutkan oleh Yusharto Huntoyungo selaku Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri menyampaikan, “Faktor keterlibatan seseorang dalam partisipasi politik yaitu dapat dilihat dari peluang resmi, sumber daya sosial dan motivasi personal. Dalam pendidikan politik harapannya yaitu membentuk budaya demokratis, membentuk masyarakat beretika, membentuk masyarakat hukum dan membentuk masyarakat madani” ujar Yusharto.
Bersamaan dengan itu, Khoirunnisa Nur Agustyati selaku Direktur Eksekutif Perludem juga menyampaikan materinya, dalam upaya pendidikan pemilih ini pada prinsipnya sebuah Negara demokrasi penting melakukan adanya pemilu yang sesuai dengan Undang-Undang kita. Juga pentingnya suara masyarakat di tengah – tengah masyarakat yang apatis.
Selanjutnya Arie Sujito selaku Sosiolog UGM mengatakan “Banyak arena di komunitas desa yang perlu kita create ulang mengenai ide – ide pembaruan demokrasi. Ada beberapa critical issues seperti komodikasi dan politisasi SARA, Abuse of power dalam arena pemilu, mengelola konflik komunitas dan model pendidikan politik untuk desa” ujar Arie.
Ditutup dengan pemaparan materi oleh Sugito selaku Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes dengan materi Demokratisasi Desa Sebagai Pilar Penggerak Partisipasi Warga Desa, “Demokratisasi desa merupakan prasyarat penting dalam membangun akuntabilitas publik. Dengan diadakannya Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan diharapkan dapat mewujudkan pemilih yang mandiri dan rasional serta dapat meningkatkan partisipasi masyarakat di desa dalam rangka menyongsong pemilu dan pemilihan serentak pada tahun 2024 mendatang” tutup Sugito. - (Administrator)